SUDUTNEWS.ID | Israel mengungkapkan rencana pemotongan 6 juta dolar AS dana untuk PBB pada 2017. Hal itu sebagai protes terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut diakhirinya seluruh pembangunan pemukiman Israel di tanah Palestina.
Dilansir dari Arab News, Ahad (8/1), abstainnya AS telah memungkinkan Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi dengan 14 suara mendukung penghentian pembangunan pemukiman Israel di Palestina. Sedangkan, Israel dan Presiden AS terpilih DOnald Trump, menyerukan Washiington terus menggunakan hak vetonya.
Misi Israel untuk PBB mengatakan, dana akan dipotong untuk badan-badan PBB yang digambarkan anti-Israel, termasuk Komite Latihan HAM Rakyat Palestina dan Divisi Hak Palestina. "Tidak masuk akal bagi Israel untuk mendanai badan yang beroperasi melawan kami di PBB," kata Dubes Israel untuk PBB Danny Danon.
Israel, malah menuduh semua usaha resolusi damai yang selama ini dilakukan PBB merupakan kegiatan-kegiatan anti-Israel. Israel mengaku akan bergerak maju dengan inisiatif lanjutan, yang akan dilakukan setelah Donald Truump mulai berkantor pada 20 Januari 2017 nanti.
Sementara, Palestina sejak awal memang menginginkan negaranya yang merdeka dari pendudukan, termasuk pembangunan pemukiman Isreal di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur. Sebagian besar negara-negara PBB melihat pemukiman Israel ilegal dan hambatan perdamaian.
Lucunya, Israel membantah pemukiman yang baru mereka bangun ilegal dan malah menegaskan status itu harus dibicarakan lagi dengan Palestina. Resolusi kritis Dewan Keamanan PBB sendiri terhadap pemukiman ilegal Israel, terkahir dilakukan pada 1979 yang lagi-lagi dengan abstainnya AS.