Pesan PM Irak kepada ISIS: Menyerah atau Mati!

SUDUTNEWS | Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mendesak kelompok Negara Islam (ISIS) untuk menyerah. Pernyataan itu muncul seiring usaha pasukan pemerintah untuk merebut Mosul, benteng terakhir kelompok ekstrimis itu di Irak.

"Mereka tidak memiiki pilihan. Entah mereka akan menyerah atau mereka mati," kata al-Abadi yang muncul di televisi pemerintah mengenakan seragam militer seperti dikutip dari BBC, Selasa (1/11/2016).

"Kami akan menutup semua celah untuk ISIS disemua sudut dan Insya Allah kepala ular pun akan kami potong. Mereka tidak akan memiliki jalan keluar dan tidak ada cara untuk melarikan diri," sambungnya.

Pesan PM Irak kepada ISIS: Menyerah atau Mati!


Pasukan khusus Irak sekarang berada sekitar 1 km dari ujung timur Mosul dan bersiap untuk memasuki kota tersebut. Sementara unit tentara yang lain maju dari sebelah selatan.

Sekitar 50 ribu personil pasukan keamanan Irak, pejuang Peshmerga Kurdi, suku Arab Sunni, dan milisi Syiah terlibat dalam serangan merebut Mosul yang dimulai dua minggu lalu. Mereka berusaha untuk mengusir militan ISIS dari kubu terakhir kelompok ekstrimis itu di Irak.

Mosul jatuh ke tangan ISIS pada bulan Juni 2014 dan pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi, memilih sebuah masjid di kota itu sebagai tempat untuk menyatakan pembentukan khilafah.

Sebelum serangan dimulai pada 17 Oktober, diyakini ada antara 3.000 dan 5.000 militan yang tersisa di Mosul, bersama dengan 1,5 juta warga sipil. Sejauh ini, lebih dari 17.700 warga telah mengungsi dan, menurut skenario terburuk PBB, sebanyak 700.000 orang lain akan mengikutinya.

Related Posts :